0
CARA TUNE UP MESIN BENSIN KONVENSIONAL
Jumat, 06 Februari 2015 | Author: Unknown |
PROSEDUR TUNE UP MESIN BENSIN KONVENSIONAL
Langkah Pertama yang harus dilakukan adalah :
.- Pemeriksaan Pertama
1) Periksa permukaan air pendingin mesin.
Kalau tinggi air kurang atau di bawah tanda LOW, tambahkan air hingga mencapai tanda FULL.
Hasil pemeriksaan:………………………. Kesimpulan:………………………………
2) Periksa sistem pada tekanan 0,9 kg/cm² terhadap kebocoran. Dengan menggunakan radiator cap tester.
Hasil pemeriksaan:……………………… Kesimpulan:……………………………….
3) Periksa kualitas air pendingin
Gantilah air pendingin jika sudah terlalu kotor.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
4) Memeriksa tutup radiator
Tekanan pembukaan standar :
0,75 – 1,05 kg/cm² (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimum :
0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
1) Memeriksa kualitas oli mesin
Periksa dari keadaan yang memburuk, mengandung air, berubah warna atau encer. Jika kualitasnya buruk maka gantilah oli mesin
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
2) Memeriksa tinggi permukaan oli mesin
Berada antara tanda “L” dan “F” pada tongkat pengukur.
Jika terlalu rendah, periksa apakah ada kebocoran. Tambahkan oli mesin hingga tanda “F”.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
1) Keluarkan elemen saringan udara dari rumah saringan udara
2) Lihat/periksa apakah elemen saringan udara terlalu kotor, rusak atau basah terkena oli. Bila perlu gantilah elemen saringan udara.
Hasil pemeriksaan:…………………………
Kesimpulan:……………………………………………………………………………………..
3) Bersihkan elemen saringan udara dengan kompressor.
Tekanan udara kompresor tidak lebih dari 4.0 Kg/cm2.
Gantilah elemen saringan udara kalau sudah terlalu kotor
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………………………………….
4) Pasang elemen saringan udara kedalam rumah saringan
5) Kunci pengunci (klip) tutup saringan udara.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:……………………………
2) Periksa tahanan kabel busi
Dengan menggunakan multimeter kurang dari 25 kW.
Kabel busi no 1 :………………………
Kabel busi no 2 :………………………
Kabel busi no 3 :………………………
Kabel busi no 4 :………………………
Kabel tegangan tinggi :………………
Kesimpulan:………………………………
Apabila terminal baterai berkarat, bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas halus
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:……………………………
2) Pemeriksaan permukaan elektrolit baterai
Kalau tinggi permukaan elektrolit baterai pada sel dibawah garis “LOWER”, tambahkan dengan air suling sampai garis “UPPER”
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
3) Periksa berat jenis elektrolit baterai
Dengan hydrometer, ukur berat jenis elektrolit baterai pada tiap-tiap sel. Spesifikasi berat jenis. (keadaan terisi penuh pada suhu 200C = 1,25 atau lebih)
BJ terukur :
Sel no 1 :…………. Sel no 4 :………..
Sel no 2 :……….. Sel no 5 :………..
Sel no 3 :……….. Sel no 6 :………..
Pengukuran Celcius:
Berat jenis elektrolit pada temperatur 20 0 C :
Sel no 5 :……………………………………………
Sel no 6 :……………………………………………
Dimana:
Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………..
4) Ventilasi tutup sel baterai
Disemprot dengan kompresor sampai lubang tidak tersumbat.
Kesimpulan:………………………………
2) Hidupkan mesin pada 4000 rpm (±5 detik)
3) Lepaskan busi dan pemeriksa secara visual
Busi kering : berarti baik
Busi basah : bersihkan dengan spark plug cleaner
KERING BASAH
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
4) Pemeriksaan celah elektroda busi
Ukur celah elektroda busi dengan feeler gauge
Celah elektroda busi:
NIPPONDENSO : 0.7 – 0.8 mm
N G K : 0.8 – 0.9 mm
Stel celah busi dengan cara membengkokkan bagian dasar elektroda negatif.
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
5) Membersihkan busi
Menggunakan spark plug cleaner.
Tekanan udara : tidak lebih dari 6Kg/cm2
Lama pembersihan : kurang dari 20 detik
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
6) Memasang busi-busi
Pasang busi-busi dan kencangkan sesuai dengan momen spesifikasi :
1.5 – 2.2 kgf.m
7) Hubungkan kabel busi ke busi
2) Ukurlah defleksi (ketegangan) tali kipas. Jika dibagian tengah antara alternator dengan pompa air ditekan dengan gaya 10 Kg (22 lb)
Spesifikasi tegangan tali kipas :
Tali kipas baru : 3,5 – 5,5 mm (ditekan 10 kg)
Tali kipas lama : 4,5 – 6,5 mm (ditekan 10 kg)
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
Exhaust Manifold : 3,0 – 4,5 kgf/m
Kepala silinder : 5.0 – 6,0 kgf/m
urutan pengencangan baut lihat gambar.
1) Panaskan mesin ± 5 menit dan matikan.
2) Lepaskan penutup kepala silinder dan mulailah menyetel celah katup
3) Piston No.1 di set pada titik mati atas pada akhir langkah kompresi dengan cara:
a) Tepatkan tanda titik pada flywheel dengan tanda timing pada plat mesin.
b) Periksa apakah rocker arm silinder No.1 bebas. Cocokan tabel dibawah ini, periksa dan setel celah katup menggunakan feeler gauge. Tanda “O” menunjukkan katup-katup yang dapat distel.
c) Putar poros engkol 360 derajat, lakukan penyetelan katup yang belum distel
Spesifikasi : IN : 0,20 mm EX : 0,30 mm
Kesimpulan :……………………………………………
4) Memasang penutup kepala silinder
a) Hapuslah oli dari permukaan gasket penutup kepala silinder.
b) Periksa gasket penutup kepala silinder. Ganti gasket jika diperlukan.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
c) Periksa karet penyekat (grommet) tabung busi dari kerusakan. Ganti karet penyekat jika perlu.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
d) Pasang gasket kepala silinder diatas kepala silinder, berilah Threee Bond 1104 pada empat tempat diatas kepala silinder
e) Pasang penutup kepala silinder pada kepala silinder.
f) Kencangkan baut-baut kepala silinder.
Momen pengencangan : 0,3 – 0,5 kgf.m
g) Kencangkan baut pengikat tutup timing belt.
Momen pengencangan : 0,2 – 0,4 kgf.m
h) Pasangkan kabel busi, selang PCV, selang pengisian oli, klem selang radiator ke penutup kepala silinder.
i) Start mesin dan pastikan bahwa mesin tidak ada gangguan, misalnya oli bocor.
a) Lepaskan kabel-kabel busi dan tutup distributor
b) Lepaskan tutup distributor
c) Lepaskan rotor
d) Periksa permukaan titik kontak platina. Pastikan bahwa permukaan platina tidak berlebihan atau rusak.
Hasil pemeriksaan:……………………
Kesimpulan:……………………………
Rangkai dan bacalah dweel angle Dweel Angle : spesifikasi : 520
Hasil :………………………
Kesimpulan:………
3) Periksa vacuum advancer
a) Lepaskan selang vacuum dari vacuum advancer
b) Berilah tekanan negatif lebih dari 150 mmHg dan perika kerja vacuum advancer, kalau vacuum advancer tidak bekerja, perbaiki atau ganti.
c) Hubungkan kembali selang vacuum ke vacuum advancer.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
4) Periksa governor advancer
a) Pasang rotor ke distributor
b) Putar rotor berlawanan dengan putaran jarum jam kemudian bebaskan. Pastikan bahwa rotor dapat berputar kembali ke posisi semula dengan baik. Seandainya rotor tidak dapat berputar kembali, perbaiki atau ganti rotor.
c) Periksa kelonggaran rotor.
Perbaiki atau ganti rotor jika kelongggaran terlalu besar
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
5) Periksa tutup distributor
Periksa tutup distributor dari keretakan. Periksa juga karbon elektroda tengah terhadap kerusakan atau keausan dan sebagainya. Bila di jumpai kerusakan gantilah tutup distributor.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
6) Periksa rotor
Periksa apakah rotor menunjukkan tanda-tanda keausan, korosi, retak dibagian yang kontak dengan karbon dan elektroda. Jika dijumpai kerusakan, gantilah rotor.
Hasil pemeriksaan : ……………………………
Kesimpulan : ……………………………………..
7) Pasang rotor ke distributor
8) Pasang tutup distributor
9) Hubungkan kabel-kabel busi ke tutup distributor.
Biarkan kebel-kabel busi terpasang pada tutup distributor
2) Lepaskan rotor
3) Melepas platina
a) Bersihkan permukaan platina yang baru dengan kain yang dibasahi larutan pembersih, kemudian keringkan.
b) Berilah gemuk tahan panas pada bagian fiber platina.
c) Pasang platina ke plat dasar platina bersama dengan kabel platina, sementara kencangkan sekrup pengikatnya.
d) Hubungkan kabel platina ke terminal dan kencangkan murnya.
5) Penyetelan celah platina
a) Putar poros engkol sampai posisi cam distributor seperti terlihat pada gambar
b) Stel celah platina sedemikina rupa agar celah platina sesuai dengan spesifikasi. Celah platina : 0,45 mm
6) Pasang rotor ke poros distributor
7) Pasang tutup distributor
8) Periksa dan stel dweel angle
a) Hubungkan dweel tester. Dweel angle : 520.
Hasil : …………………………
Kesimpulan : ………………
.…………………………………..
.…………………………………..
b) Kecilkan celah platina jika kurang dari spesifikasi.
c) Lebarkan celah platina jika lebih besar dari spesifikasi.
9) Lakukan penyetelan saat pengapian
2) Hubungkan timing light ke kabel busi silinder No.1
3) Hubungakan tachometer ke distributor.
4) Lepaskan selang vacuun advancer di bagian sub.diaphragm dan sumbat selang vacuum yang dilepas.
5) Set putaran mesin pada putaran 1000 rpm serta stabil. Jika putaran melebihi 1000 rpm dan tidak stabil, setel putaran mesin hingga putaran idle.
6) Dengan timing light, periksa apakah tanda saat pengapian pada flywheel cocok dengan tanda penunjuk pada plat belakang.
7) Jika saat pengapian tidak tepat, stel dengan cara merubah posisi distributor.
Momen pengencangan baut pengikat distributor :
1,5 – 2,2 kgf.m.
sumber : http://tryotomotif.wordpress.com/2011/07/29/engine-tune-up-konvensional/#more-85
Langkah Pertama yang harus dilakukan adalah :
.- Pemeriksaan Pertama
1) Periksa permukaan air pendingin mesin.
Kalau tinggi air kurang atau di bawah tanda LOW, tambahkan air hingga mencapai tanda FULL.
Hasil pemeriksaan:………………………. Kesimpulan:………………………………
2) Periksa sistem pada tekanan 0,9 kg/cm² terhadap kebocoran. Dengan menggunakan radiator cap tester.
Hasil pemeriksaan:……………………… Kesimpulan:……………………………….
3) Periksa kualitas air pendingin
Gantilah air pendingin jika sudah terlalu kotor.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
4) Memeriksa tutup radiator
Tekanan pembukaan standar :
0,75 – 1,05 kg/cm² (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimum :
0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.
Hasil pemeriksaan:……………………….
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan oli mesin
1) Memeriksa kualitas oli mesin
Periksa dari keadaan yang memburuk, mengandung air, berubah warna atau encer. Jika kualitasnya buruk maka gantilah oli mesin
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
2) Memeriksa tinggi permukaan oli mesin
Jika terlalu rendah, periksa apakah ada kebocoran. Tambahkan oli mesin hingga tanda “F”.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan elemen saringan udara
1) Keluarkan elemen saringan udara dari rumah saringan udara
2) Lihat/periksa apakah elemen saringan udara terlalu kotor, rusak atau basah terkena oli. Bila perlu gantilah elemen saringan udara.
Hasil pemeriksaan:…………………………
Kesimpulan:……………………………………………………………………………………..
3) Bersihkan elemen saringan udara dengan kompressor.
Tekanan udara kompresor tidak lebih dari 4.0 Kg/cm2.
Gantilah elemen saringan udara kalau sudah terlalu kotor
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………………………………….
4) Pasang elemen saringan udara kedalam rumah saringan
5) Kunci pengunci (klip) tutup saringan udara.
- Pemeriksaan kabel busi dan distributor
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:……………………………
2) Periksa tahanan kabel busi
Dengan menggunakan multimeter kurang dari 25 kW.
Kabel busi no 1 :………………………
Kabel busi no 2 :………………………
Kabel busi no 3 :………………………
Kabel busi no 4 :………………………
Kabel tegangan tinggi :………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan baterai
Apabila terminal baterai berkarat, bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas halus
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:……………………………
2) Pemeriksaan permukaan elektrolit baterai
Kalau tinggi permukaan elektrolit baterai pada sel dibawah garis “LOWER”, tambahkan dengan air suling sampai garis “UPPER”
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
3) Periksa berat jenis elektrolit baterai
Dengan hydrometer, ukur berat jenis elektrolit baterai pada tiap-tiap sel. Spesifikasi berat jenis. (keadaan terisi penuh pada suhu 200C = 1,25 atau lebih)
BJ terukur :
Sel no 1 :…………. Sel no 4 :………..
Sel no 2 :……….. Sel no 5 :………..
Sel no 3 :……….. Sel no 6 :………..
Pengukuran Celcius:
Berat jenis elektrolit pada temperatur 20 0 C :
S20 (0 C) = St + 0,0007 x (t – 20)
Sel no 1 :…………………………………………….
Sel no 2 :……………………………………………
Sel no 3 :…………………………………………… Sel no 5 :……………………………………………
Sel no 6 :……………………………………………
Dimana:
- St = BJ terukur
- t = Temperatur
Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………..
4) Ventilasi tutup sel baterai
Disemprot dengan kompresor sampai lubang tidak tersumbat.
- Pemeriksaan busi
- Ukur tahanan isolator busi dengan pengukur tahanan isolator busi. Minimum tahanan isolator : 15 M Ohm, kurang dari 15 M Ohm, ganti.
Kesimpulan:………………………………
- Kalau pengukur tahanan isolator busi tidak ada
2) Hidupkan mesin pada 4000 rpm (±5 detik)
3) Lepaskan busi dan pemeriksa secara visual
Busi kering : berarti baik
Busi basah : bersihkan dengan spark plug cleaner
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
4) Pemeriksaan celah elektroda busi
Ukur celah elektroda busi dengan feeler gauge
Celah elektroda busi:
NIPPONDENSO : 0.7 – 0.8 mm
N G K : 0.8 – 0.9 mm
Stel celah busi dengan cara membengkokkan bagian dasar elektroda negatif.
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
5) Membersihkan busi
Menggunakan spark plug cleaner.
Tekanan udara : tidak lebih dari 6Kg/cm2
Lama pembersihan : kurang dari 20 detik
Busi 1 : …………………………. Busi 2 : ………………………….
Busi 3 : …………………………. Busi 4 : ………………………….
Kesimpulan : ……………………………………………………………………
6) Memasang busi-busi
Pasang busi-busi dan kencangkan sesuai dengan momen spesifikasi :
1.5 – 2.2 kgf.m
7) Hubungkan kabel busi ke busi
- Pemeriksaan tali kipas
2) Ukurlah defleksi (ketegangan) tali kipas. Jika dibagian tengah antara alternator dengan pompa air ditekan dengan gaya 10 Kg (22 lb)
Spesifikasi tegangan tali kipas :
Tali kipas baru : 3,5 – 5,5 mm (ditekan 10 kg)
Tali kipas lama : 4,5 – 6,5 mm (ditekan 10 kg)
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
- Pemeriksaan kekencangan baut kepala silinder dan manifold
Exhaust Manifold : 3,0 – 4,5 kgf/m
Kepala silinder : 5.0 – 6,0 kgf/m
urutan pengencangan baut lihat gambar.
- Pemeriksaan dan penyetelan katup
2) Lepaskan penutup kepala silinder dan mulailah menyetel celah katup
3) Piston No.1 di set pada titik mati atas pada akhir langkah kompresi dengan cara:
a) Tepatkan tanda titik pada flywheel dengan tanda timing pada plat mesin.
b) Periksa apakah rocker arm silinder No.1 bebas. Cocokan tabel dibawah ini, periksa dan setel celah katup menggunakan feeler gauge. Tanda “O” menunjukkan katup-katup yang dapat distel.
c) Putar poros engkol 360 derajat, lakukan penyetelan katup yang belum distel
Spesifikasi : IN : 0,20 mm EX : 0,30 mm
| No.silinderKeadaan rocker arm |
1
|
2
|
3
|
4
|
|
| Jika rocker arm silinder no.1 bebas |
IN |
O
|
O
|
||
| EX |
O
|
O
|
|||
| Jika rocker arm silinder no.4 bebas |
IN |
O
|
O
|
||
| EX |
O
|
O
|
| Silinder 1 | Silinder 2 | Silinder 3 | Silinder 4 | |
| IN | ||||
| EX |
Kesimpulan :……………………………………………
4) Memasang penutup kepala silinder
a) Hapuslah oli dari permukaan gasket penutup kepala silinder.
b) Periksa gasket penutup kepala silinder. Ganti gasket jika diperlukan.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
c) Periksa karet penyekat (grommet) tabung busi dari kerusakan. Ganti karet penyekat jika perlu.
Hasil pemeriksaan : ………………………………….
Kesimpulan : ………………………………………………………………………………………….
d) Pasang gasket kepala silinder diatas kepala silinder, berilah Threee Bond 1104 pada empat tempat diatas kepala silinder
e) Pasang penutup kepala silinder pada kepala silinder.
f) Kencangkan baut-baut kepala silinder.
Momen pengencangan : 0,3 – 0,5 kgf.m
g) Kencangkan baut pengikat tutup timing belt.
Momen pengencangan : 0,2 – 0,4 kgf.m
h) Pasangkan kabel busi, selang PCV, selang pengisian oli, klem selang radiator ke penutup kepala silinder.
i) Start mesin dan pastikan bahwa mesin tidak ada gangguan, misalnya oli bocor.
- Pemeriksaan distributor
a) Lepaskan kabel-kabel busi dan tutup distributor
b) Lepaskan tutup distributor
c) Lepaskan rotor
d) Periksa permukaan titik kontak platina. Pastikan bahwa permukaan platina tidak berlebihan atau rusak.
Hasil pemeriksaan:……………………
Kesimpulan:……………………………
- Kondisi baik b. Terbakar, perlu diganti
Rangkai dan bacalah dweel angle Dweel Angle : spesifikasi : 520
Hasil :………………………
Kesimpulan:………
3) Periksa vacuum advancer
a) Lepaskan selang vacuum dari vacuum advancer
b) Berilah tekanan negatif lebih dari 150 mmHg dan perika kerja vacuum advancer, kalau vacuum advancer tidak bekerja, perbaiki atau ganti.
c) Hubungkan kembali selang vacuum ke vacuum advancer.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
4) Periksa governor advancer
a) Pasang rotor ke distributor
b) Putar rotor berlawanan dengan putaran jarum jam kemudian bebaskan. Pastikan bahwa rotor dapat berputar kembali ke posisi semula dengan baik. Seandainya rotor tidak dapat berputar kembali, perbaiki atau ganti rotor.
c) Periksa kelonggaran rotor.
Perbaiki atau ganti rotor jika kelongggaran terlalu besar
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
5) Periksa tutup distributor
Periksa tutup distributor dari keretakan. Periksa juga karbon elektroda tengah terhadap kerusakan atau keausan dan sebagainya. Bila di jumpai kerusakan gantilah tutup distributor.
Hasil pemeriksaan:………………………
Kesimpulan:………………………………
6) Periksa rotor
Periksa apakah rotor menunjukkan tanda-tanda keausan, korosi, retak dibagian yang kontak dengan karbon dan elektroda. Jika dijumpai kerusakan, gantilah rotor.
Hasil pemeriksaan : ……………………………
Kesimpulan : ……………………………………..
7) Pasang rotor ke distributor
8) Pasang tutup distributor
9) Hubungkan kabel-kabel busi ke tutup distributor.
- Mengganti platina
Biarkan kebel-kabel busi terpasang pada tutup distributor
2) Lepaskan rotor
3) Melepas platina
- Lepaskan terminal kabel platina
- Lepaskan sekrup pengikat platina dan lepaskan platina
a) Bersihkan permukaan platina yang baru dengan kain yang dibasahi larutan pembersih, kemudian keringkan.
b) Berilah gemuk tahan panas pada bagian fiber platina.
c) Pasang platina ke plat dasar platina bersama dengan kabel platina, sementara kencangkan sekrup pengikatnya.
d) Hubungkan kabel platina ke terminal dan kencangkan murnya.
5) Penyetelan celah platina
a) Putar poros engkol sampai posisi cam distributor seperti terlihat pada gambar
b) Stel celah platina sedemikina rupa agar celah platina sesuai dengan spesifikasi. Celah platina : 0,45 mm
6) Pasang rotor ke poros distributor
7) Pasang tutup distributor
8) Periksa dan stel dweel angle
a) Hubungkan dweel tester. Dweel angle : 520.
Hasil : …………………………
Kesimpulan : ………………
.…………………………………..
.…………………………………..
b) Kecilkan celah platina jika kurang dari spesifikasi.
c) Lebarkan celah platina jika lebih besar dari spesifikasi.
9) Lakukan penyetelan saat pengapian
- Memeriksa dan menyetel saat pengapian
2) Hubungkan timing light ke kabel busi silinder No.1
3) Hubungakan tachometer ke distributor.
4) Lepaskan selang vacuun advancer di bagian sub.diaphragm dan sumbat selang vacuum yang dilepas.
5) Set putaran mesin pada putaran 1000 rpm serta stabil. Jika putaran melebihi 1000 rpm dan tidak stabil, setel putaran mesin hingga putaran idle.
6) Dengan timing light, periksa apakah tanda saat pengapian pada flywheel cocok dengan tanda penunjuk pada plat belakang.
7) Jika saat pengapian tidak tepat, stel dengan cara merubah posisi distributor.
Momen pengencangan baut pengikat distributor :
1,5 – 2,2 kgf.m.
sumber : http://tryotomotif.wordpress.com/2011/07/29/engine-tune-up-konvensional/#more-85
2
Halo sobat otomaniak sekarang admin yang baik hati ini akan sedikit share tentang judul diatas, bagaimana ya caranya, Yuks kita simak baik-baik.
Ingin Karburator kita performanya seperti Karbu Racing? hemm gak usah beli gan, Cukup hanya mainkan lem, karburator standart kita bisa kayak karbu racing, gak perlu biaya mahal dan gak ribet. Nggak Percaya?? lanjutkan bacanya ya!
Pertama, di area corong karbu bagian depan. Trik ini cocok buat karbu model ‘tradisional’. Corong karbu tidak murni kerucut, tetapi masih ada tonjolan-tonjolannya. Saat udara mengalir yang kecepatannya bisa mencapai 120 m/detik, tonjolan ini bikin turbulensi aliran. Turbulensi bikin pengukuran udara dan bensin di venturi kacau balau.
Buat menghilangkan benjolan-benjolan ini ditutup pakai lem besi. Sebelum mengelem, tutup dulu lubang udara (air jet) pakai lidi. Lalu ratakan lem. Tunggu lem mengering, cabut lidinya. Pokoknya jangan sampai lidi tumbuh jadi kelapa di situ, asalnya lidi. Setelah itu bentuk corong mengerucut sampai pada venturi. Bisa pakai bor tuner, atau minta bantuan tukang bubut biar lebih rapi.
\
Trik ini mampu menaikkan debit udara yang masuk ke dalam mesin tanpa harus memperbesar venturi. Udara yang ke situ bulat, nggak benjol-benjol lantaran benjolan tadi. Kedua, mengelem bagian pengukur bensin. Ada dua bagian utama, yakni bagian nosel dan bagian pilot-jet. Lem yang dipakai pakai jenis lem sebaguna macam, Alteco, Powerglue atau lem G.
Caranya, pereteli karbu, lepas bagian nosel dan sambungannya. Lakukan hal serupa dengan pilot-jet. Lalu oleskan merata lem itu ke ujung sambungan dan nosel serta pilot jet. Saat lem masih basah, pasang kembali di tempatnya.
Saat kering, komponen ini akan sangat rapat dengan badan karbu dan lubang-lubangnya. Bensin mengalir sesuai kevakuman yang dihasilkan venturi dan mesin. Kebocoran udara atau bensin yang mengganggu pengukuran bisa dikurangi. Hasilnya, pengabutan jauh lebih presisi. Hasilnya, irit dan ngibrit, Cara diatas bisa dprakteki kok, semoga berhasil dan terimakasih sudah membaca artikel tentang
Cara Menjadikan Karburator Standart Ke Performa Terbaik
Kamis, 15 Januari 2015 | Author: Unknown | Label: CARA BARU, OTOMOTIFHalo sobat otomaniak sekarang admin yang baik hati ini akan sedikit share tentang judul diatas, bagaimana ya caranya, Yuks kita simak baik-baik.
Ingin Karburator kita performanya seperti Karbu Racing? hemm gak usah beli gan, Cukup hanya mainkan lem, karburator standart kita bisa kayak karbu racing, gak perlu biaya mahal dan gak ribet. Nggak Percaya?? lanjutkan bacanya ya!
Pertama, di area corong karbu bagian depan. Trik ini cocok buat karbu model ‘tradisional’. Corong karbu tidak murni kerucut, tetapi masih ada tonjolan-tonjolannya. Saat udara mengalir yang kecepatannya bisa mencapai 120 m/detik, tonjolan ini bikin turbulensi aliran. Turbulensi bikin pengukuran udara dan bensin di venturi kacau balau.
Buat menghilangkan benjolan-benjolan ini ditutup pakai lem besi. Sebelum mengelem, tutup dulu lubang udara (air jet) pakai lidi. Lalu ratakan lem. Tunggu lem mengering, cabut lidinya. Pokoknya jangan sampai lidi tumbuh jadi kelapa di situ, asalnya lidi. Setelah itu bentuk corong mengerucut sampai pada venturi. Bisa pakai bor tuner, atau minta bantuan tukang bubut biar lebih rapi.
\
Trik ini mampu menaikkan debit udara yang masuk ke dalam mesin tanpa harus memperbesar venturi. Udara yang ke situ bulat, nggak benjol-benjol lantaran benjolan tadi. Kedua, mengelem bagian pengukur bensin. Ada dua bagian utama, yakni bagian nosel dan bagian pilot-jet. Lem yang dipakai pakai jenis lem sebaguna macam, Alteco, Powerglue atau lem G.
Sambungannya dilem
Saat kering, komponen ini akan sangat rapat dengan badan karbu dan lubang-lubangnya. Bensin mengalir sesuai kevakuman yang dihasilkan venturi dan mesin. Kebocoran udara atau bensin yang mengganggu pengukuran bisa dikurangi. Hasilnya, pengabutan jauh lebih presisi. Hasilnya, irit dan ngibrit, Cara diatas bisa dprakteki kok, semoga berhasil dan terimakasih sudah membaca artikel tentang
0
Download Game OFF ROAD DRIVE for PC Gratis
Senin, 29 Desember 2014 | Author: Unknown | Label: CARA BARU, GAME
DOWNLOAD OFF ROAD DRIVE 2011 GRATIS
UNTUK PC GRATIS
Assalamu'alaikum....wr...wb....
Satu lagi nih game yang menurut saya sangat asyik untuk dimainkan di komputer sobat, yaitu offRoad Drive
Game yang bergenre rally game ini dikembangkan oleh 1C Avalon dengan fitur dan grafis yang sangat realistis seperti mengendarai mobil di dunia nyata.
Off-Road Drive adalah balap simulasi off-road untuk PC, dan game pertama yang memberikan pengalaman balap ekstrem true-to-life. Pemain akan mengambil bagian dalam The Russian Trophy, Off-Road Trial, Thai Trophy dan tantangan lainnya dengan kondisi mengemudi terburuk dalam berbagai rintangan alam seperti rawa, batu, salju dan pasir.
Buat sobat yang suka dengan game-game petualangan mengemudi yang ekstrem, game ini sangat cocok untuk dimainkan, selain grafik 3D yang menawan dan relistis game Offroad Drive ini juga memiliki tantangan yang membutuhkan skill dan keahlian serta kesabaran dalam mengemudi agar dapat melewati segala rintangan.
Silahkan unduh gamenya pada link download di bawah,file download saya kemas dalam bentuk Winrar dan dipecah menjadi 8 bagian (part) agar lebih ringan didownload. Saya sarankan untuk mengunduh file gunakan IDM (Internet Download Manager) karena dengan IDM kecepatan download menjadi stabil dan lebih cepat/ngacir
SPESIFIKASI YANG DIBUTUHKAN
Minimum System Requirements:
Operating System: Windows XP/ Windows Vista/ Windows 7/ Windows 8 and 8.1
CPU: 2.2 GHz
RAM: 1 GB
Hard Disk: 8GB
CPU: Intel Pentium IV or AMD Athlon XP
RAM: 1 GB
OS: Windows XP
Video Card: DX 9.0 card with 256 MB VRAM (NVIDIA GeForce FX 5500 or ATI Radeon 9550)
Sound Card: Yes
Free Disk Space: 8 GB
Recommended System Requirements:
CPU: Intel Core 2 Duo E6850 or AMD Athlon 64 X2 4200+
CPU: 3.0 GHz
RAM: 2 GB
OS: Windows XP
Video Card: DX 9.0 card with 256 MB VRAM (NVIDIA GeForce FX 5500 or ATI Radeon 9550)
Sound Card: Yes
Free Disk Space: 8 GB
LINK DOWNLOAD:
Download Off Road Drive Part1 (450 MB)
Download Off Road Drive Part2 (450 MB)
Download Off Road Drive Part3 (450 MB)
Download Off Road Drive Part4 (450 MB)
Download Off Road Drive Part5 (450 MB)
Download Off Road Drive Part6 (450 MB)
Download Off Road Drive Part7 (450 MB)
Download Off Road Drive Part8 ( 7 MB )
Test By Me : Windows 7 32, 64 bit
===============================================================
CARA MENYATUKAN PART FILE:
Download semua Part (8 Part)
Tempatkan ke-8 Part tersebut ke dalam satu folder baru
Extract filenya dengan cara; klik kanan pada Part 1→klik Extract Here, maka otomatis semua Part ikut terExtract, tunggu sampai proses Extract selesai dan akan tercipta satu folder baru "[Risandrooid]_OffRoadDrive_Setup"(rar).
Klik 2x pada folder "[Risandrooid]_OffRoadDrive_Setup"(rar) dan jalankan Setup.exe, tunggu beberapa saat
Install seperti biasa
Selesai dan Enjoy the Game
Demikianlah Postingan saya kali ini semoga bermanfaat .
Wassalamu'alaikum....wr....wb....
UNTUK PC GRATIS

Satu lagi nih game yang menurut saya sangat asyik untuk dimainkan di komputer sobat, yaitu offRoad Drive
Game yang bergenre rally game ini dikembangkan oleh 1C Avalon dengan fitur dan grafis yang sangat realistis seperti mengendarai mobil di dunia nyata.
Off-Road Drive adalah balap simulasi off-road untuk PC, dan game pertama yang memberikan pengalaman balap ekstrem true-to-life. Pemain akan mengambil bagian dalam The Russian Trophy, Off-Road Trial, Thai Trophy dan tantangan lainnya dengan kondisi mengemudi terburuk dalam berbagai rintangan alam seperti rawa, batu, salju dan pasir.
Buat sobat yang suka dengan game-game petualangan mengemudi yang ekstrem, game ini sangat cocok untuk dimainkan, selain grafik 3D yang menawan dan relistis game Offroad Drive ini juga memiliki tantangan yang membutuhkan skill dan keahlian serta kesabaran dalam mengemudi agar dapat melewati segala rintangan.
Silahkan unduh gamenya pada link download di bawah,file download saya kemas dalam bentuk Winrar dan dipecah menjadi 8 bagian (part) agar lebih ringan didownload. Saya sarankan untuk mengunduh file gunakan IDM (Internet Download Manager) karena dengan IDM kecepatan download menjadi stabil dan lebih cepat/ngacir
SPESIFIKASI YANG DIBUTUHKAN
Minimum System Requirements:
Operating System: Windows XP/ Windows Vista/ Windows 7/ Windows 8 and 8.1
CPU: 2.2 GHz
RAM: 1 GB
Hard Disk: 8GB
CPU: Intel Pentium IV or AMD Athlon XP
RAM: 1 GB
OS: Windows XP
Video Card: DX 9.0 card with 256 MB VRAM (NVIDIA GeForce FX 5500 or ATI Radeon 9550)
Sound Card: Yes
Free Disk Space: 8 GB
Recommended System Requirements:
CPU: Intel Core 2 Duo E6850 or AMD Athlon 64 X2 4200+
CPU: 3.0 GHz
RAM: 2 GB
OS: Windows XP
Video Card: DX 9.0 card with 256 MB VRAM (NVIDIA GeForce FX 5500 or ATI Radeon 9550)
Sound Card: Yes
Free Disk Space: 8 GB
LINK DOWNLOAD:
Download Off Road Drive Part1 (450 MB)
Download Off Road Drive Part2 (450 MB)
Download Off Road Drive Part3 (450 MB)
Download Off Road Drive Part4 (450 MB)
Download Off Road Drive Part5 (450 MB)
Download Off Road Drive Part6 (450 MB)
Download Off Road Drive Part7 (450 MB)
Download Off Road Drive Part8 ( 7 MB )
Test By Me : Windows 7 32, 64 bit
===============================================================
CARA MENYATUKAN PART FILE:
Download semua Part (8 Part)
Tempatkan ke-8 Part tersebut ke dalam satu folder baru
Extract filenya dengan cara; klik kanan pada Part 1→klik Extract Here, maka otomatis semua Part ikut terExtract, tunggu sampai proses Extract selesai dan akan tercipta satu folder baru "[Risandrooid]_OffRoadDrive_Setup"(rar).
Klik 2x pada folder "[Risandrooid]_OffRoadDrive_Setup"(rar) dan jalankan Setup.exe, tunggu beberapa saat
Install seperti biasa
Selesai dan Enjoy the Game
Demikianlah Postingan saya kali ini semoga bermanfaat .
Wassalamu'alaikum....wr....wb....
0
Merubah tampilan pes 6 menjadi pes 2014
| Author: Unknown | Label: CARA BARU, GAME
Selamat pagi, kali ni saya akan share tentang tampilan pes 6 terbaru.
Downlaod
E_Text & Opmov
Dat
Pass : patchpes6-ra25.blogspot.com
E_Text, opmov, Scorerboard pes 2014 for pes 6 by ra25
Downlaod
E_Text & Opmov
Dat
Pass : patchpes6-ra25.blogspot.com
0
Cara Merubah Karburator Vakum Menjadi Skep, Motor Lebih Responsif
Kamis, 25 Desember 2014 | Author: Unknown | Label: OTOMOTIF
Merubah Karburator Vakum Menjadi Skep – Pada motor motor skutik atau sport yang belum menerapkan sistem injeksi banyak yang mengaplikasikan constan velocity atau yang dikenal karburator vakum. Beberapa motor yang mengaplikasikan karburator jenis ini diantaranya Yamaha Byson, Suzuki Thunder 125, Suzuki Satria F150, Honda BeAt, Yamaha Mio, Honda Vario dll. Alasanya karena karburator jenis vakum bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit karena gerakan skep tidak mengikuti gerakan putaran grip gas melainkan berdasarkan kevakuman yang terjadi pada intake manifold.
![]() |
| karbu vakum |
Meski diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, namun karburator vakum sering ngadat terutama jika sudah termakan usia. Selain itu apabila karet vakum sobek, harus mengeluarkan banyak uang untuk mengganti dengan yang baru. JIka tidak diganti ya tentu efeknya pada performa motor, karena gerak naik turun skep tidak sesuai. Nah dari pada harus mengganti karburator baru, solusinya bisa dengan merubah karburator vakum menjadi skep atau kembali ke konvensional. Gerak naik skep tidak lagi berdasarkan kevakuman, melainkan langgsung mengikuti gerakan putaran grip gas. Hasilnya motor bisa lebih responsive. Kendati demikian memang diperlukan dana setidaknya Rp 300 ribu karena tidak bisa di custom sendiri harus dibawa ke tukang bubut. Prosesnya dengan melepas bilah kupu-kupu dan karet vakum kemudian diubah layaknya karburator konvensional dengan skep dan per / pegas. Pekerjaan ini bisa diserahkan ke tukang bubut. Nah berikut ini adalah tampilan karburator vakum yang telah di custom menjadi skep.
Selain merubah karburator vakum menjadi skep, agar didapatkan performa yang lebih yahud anda bisa memperbesar diameter venturi. Pada motor skutik diameter venture biasanya 26 mm, cukup dibesarkan menjadi 28 mm tarikan motor lebih mantap.
0
Mengelompokkan Posting Sesuai Kategori/Label
Selasa, 23 Desember 2014 | Author: Unknown | Label: CARA BARU
Dalam tutorial kali ini saya akan membahas bagaimana membuat posting yang sudah kita tampilkan sebelumnya bisa muncul sesuai kategori atau label yang telah kita berikan. Hal ini untuk memudahkan pengunjung website/blog kita untuk mencari posting untuk kategori tertentu. Contoh hasil yang saya maksud adalah seperti ini:
Dalam contoh di atas PUBLIKASI adalah judul kategori/label dari postingan sebelumnya yang berjudul seperti di bawahnya.
Berikut cara membuatnya
- Masuk www.blogger.com
- Masukkan id dan password yang sesuai
- Pilih rancangan dan klik tambah gadget
- Pilih Feed
- Masukkan URL feed dengan alamat http://www.namablogmu.blogspot.com/feeds/posts/default/-/Kategori
Ganti namablogmu.blogspot.com dengan alamat blog yang ingin Anda ambil isinya sebagai sumber dan ganti Kategori dengan kategori/label posting yang sesuai. Ingat, penulisan kategori ini harus sama persis dengan kategori yang dimaksud - Anda akan masuk ke panel konfigurasi seperti di bawah ini
- Ganti judul sesuai yang diinginkan pada tampilah di blog, dalam contoh di atas seperti PUBLIKASI
- Rubah jumlah tampilan yang ingin di munculkan, maksimal lima posting.
- Klik simpan dan lihat hasil perubahan terbaru blog Anda dengan mengklik Lihat Blog
- Selesai
Anda bisa memunculkan gadget untuk lebih dari satu kategori posting sesuai dengan yang Anda butuhkan. Selamat mencoba. Jika ada pertanyaan atau kesulitan jangan sungkan untuk bertanya pada form komentar.
Bagaimana menurut Anda?
0
Cara Pasang Oil Cooler Di Motor Yamaha Byson
| Author: Unknown | Label: CARA BARU, OTOMOTIF, TIPS
Cara Pasang Oil Cooler - Yamaha Byson merupakan motor berkapasitas 150 cc dan belum mengaplikasikan sistem injeksi. Meski kapasitas mesinya lumayan besar namun sistem pendinginan Yamaha byson ini masih pakai udara dengan sirip-sirip pendinginya. Al hasil saat dipakai untuk menempuh perjalanan yang jauh suhunya melonjak naik sehingga mesin terasa ngoyo dan suaranya agak kasar. Salah satu cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memasang oil cooler.
![]() |
| oil cooler |
Dengan memasang oil cooler di Yamaha Byson ini maka suhu mesin lebih stabil meski menempuh perjalanan yang jauh. Karena suhunya stabil maka performa Yamaha Byson inipun jadi stabil. Hal ini terbukti oleh Adi Pratama pemilik Yamaha Byson tahun 2011 sebagaimana yang dimuat di situs otomotifnet. Sebelum dipasang Oil Cooler, ia merasa tungganganya sedikit ngoyo dan suara mesin terdengar agak kasar. Hal ini disebabkan oleh suhu oli yang meningkat sehingga menjadi encer. Kemudian ia berinisiatif untuk memasang Oil Cooler di Yamaha Byson miliknya. Hasilnya motor kembali bertenaga dan suara mesin tidak kasar lagi. Untuk pemasanganya ia menyerahkan di salah satu bengkel modifikasi dengan memberikan mahar sebesar Rp 800 ribu terima beres. Sebenarnya proses pengerjaanya tidak terlalu lama, berikut cara pasang oil cooler di motor Yamaha byson.
- Siapakan terlebih dahulu 1 paket oil cooler aftermarket, atau bisa juga memakai oil cooler milik satria F 150. 1 paket tersebut terdiri dari nipel, selang oli dan oil cooler.
- Untuk jalur atas, ambil dari cylinder head yang diperbesar dan kemudian dipasang baut nipel untuk disambungkan dengan selang menuju oil cooler.
- Sedangkan 1 jalur lainya yakni di selang oli bawah harus buat jalur baru. Posisinya di bak kopling tepatnya di atas filter oli. Untuk jalur lama atau jalur standarnya harus ditutup agar oli bisa mengalir melalui jalur baru. Pasang baut nipple dan sambungkan dengan selang dari oil cooler.
- Jika kedua jalur oli sudah terpasang, kini tinggal membuatkan braket atau dudukan untuk oil coolernya. Dudukan oil cooler ini nantinya bisa ditempelkan di rangka.
- Setelah semunya beres, anda bisa memasang cover oil cooler agar lebih aman jika terkena benturan.
Demikianlah cara pasang oil cooler di motor Yamaha Byson. Secara sederhana cara kerjanya oli dari filter oli akan mengalir melalui jalur baru menuju oil cooler. Setelah mengalami proses pendinginan di oil cooler maka oli kemudian mengalir ke lubang di cylinder head.
0
Cara Mengganti Filter Oli Motor Yamaha Vixion
Senin, 22 Desember 2014 | Author: Unknown | Label: CARA BARU, INFO PENTING, OTOMOTIF
Mengganti filter oli perlu dilakukan secara berkala. Fungsi filter oli atau saringan oli tersebut tentunya untuk menyaring kotoran yang ada di oli sebelum dialirkan menuju komponen-komponen mesin. Jika usia pakai filter oli sudah lama biasanya akan terjadi penyumbatan oleh kotoran-kotoran yang tersaring pada filter oli tersebut. Jika terjadi penyumbatan tentunya akan mengganggu sirkulasi oli didalam mesin, oleh karena itu filter oli perlu diganti jika usianya sudah uzur.
![]() |
| Filter Oli Motor |
Filter oli yang telah mengalami penjumbatan menyebabkan debit oli yang mengalir akan berkurang. Jika hal ini dibiarkan tentu proses pelumasan tidak maksimal yang mengakibatkan komponen yang saling bergesekan seperti noken as dan rocker arm cepat aus. Oli dari bak oli akan dipompa dan sebelum disirkulasikan ke head cylinder akan melewati filter oli agar kotoran tidak ikut terbawa. Sebenarnya ika kondisi filter oli belum terlau parah bisa dibersihkan. Untuk filter oli tipe kasa biasanya terletak di bagian bawah mesin seperti moto bebek, cara membersihkanya bisa disemprot dengan udara bertekanan. Untuk filter oli tipe kertas seperti pada Yamaha vixion maka perlu diganti maksimal setiap 9.000 km. Pada filter oli tipe kertas kotoran sangat mudah menempel, dan jika sudah tersumbat maka akan menyebabkan pelumasan tidak maksimal. Oleh karena itu bagi anda pemilik motor vixion harus memperhatikan penggantian filter oli ini. Caranya cukup mudah berikut kami sampaikan cara mengganti filter oli Yamaha vixion.
Cara Mengganti Filter Oli Vixion
- Persiapkan filter oli baru Yamaha vixion seharga Rp 35.000,- atau kalau mau lebih awet bisa menggunakan filter oli milik Yamaha Byson namun memang harganya lebih mahal.
- Dengan menggunakan kunci 10 lepas 3 buah baut pengikat tutup filter oli pada bak mesin sebelah kanan. Dekat lubang pengisian oli)

- Setelah itu lepas tutup filter oli dan angkat filter olinya.

- Pasang filter oli baru dan pasang kembali bautnya.
- Selesai.
Gimana sangat mudah bukan cara mengganti filter oli Yamaha Vixion ini. Setelah diganti filter oli baru, kini sistem pelumasan bisa bekerja maksimal lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)



















